Kalau kamu pelaku UMKM yang lagi membandingkan pinjaman, satu hal penting yang wajib kamu pahami sebelum tanda tangan akad adalah: cara hitung bunga pinjaman. Karena bunga bukan cuma soal persentase, tapi cara menghitungnya bisa sangat mempengaruhi total cicilan yang kamu bayar.
Dua istilah yang paling sering muncul adalah bunga flat dan bunga efektif. Sekilas terlihat mirip, tapi dampaknya ke arus kas usaha bisa sangat berbeda.
Artikel ini akan bantu kamu memahami perbedaannya secara sederhana, jujur, dan transparan—biar kamu bisa memilih pinjaman yang paling sehat untuk usaha kamu.
Kenapa Pelaku UMKM Wajib Paham Cara Hitung Bunga?
Banyak pelaku usaha fokus ke satu hal: “Yang penting cicilannya ringan.” Padahal, tanpa paham cara hitung bunga, kamu bisa:
- Salah memperkirakan total biaya pinjaman
- Terjebak cicilan yang terasa ringan tapi mahal di akhir
- Mengganggu arus kas usaha
Memahami bunga itu bukan soal jadi ahli keuangan, tapi soal melindungi usaha kamu sendiri.
Apa Itu Bunga Flat?
Bunga flat adalah bunga yang dihitung dari pokok pinjaman awal, dan nilainya tetap setiap bulan.
Contoh sederhana
Misalnya:
- Pinjaman: Rp100 juta
- Tenor: 24 bulan
- Bunga flat: 1% per bulan
Bunga per bulan = 1% × Rp100 juta = Rp1 juta
Nilai ini tidak berubah, meskipun sisa pinjaman kamu terus berkurang.
Kelebihan bunga flat
- Cicilan bulanan tetap dan mudah diprediksi
- Cocok untuk UMKM yang butuh kepastian arus kas
- Perhitungannya sederhana dan transparan
Hal yang perlu kamu tahu
Secara total, bunga flat biasanya lebih besar dibanding bunga efektif, karena bunga dihitung dari pokok awal sampai akhir.
Apa Itu Bunga Efektif?
Bunga efektif dihitung dari sisa pokok pinjaman, bukan dari pokok awal. Artinya, semakin kecil sisa pinjaman kamu, semakin kecil bunga yang dibayar.
Contoh gambaran
- Di bulan pertama, bunga memang terasa mirip.
- Tapi di bulan-bulan berikutnya, bunga terus menurun, seiring pokok pinjaman yang berkurang.
Kelebihan bunga efektif
- Total bunga yang dibayar lebih kecil
- Lebih adil secara matematis
- Cocok untuk usaha dengan cash flow yang stabil
Tantangannya
- Cicilan tidak selalu sama setiap bulan
- Perhitungannya lebih kompleks
- Kurang cocok jika kamu butuh cicilan yang benar-benar tetap
Bunga Flat vs. Efektif: Mana yang Lebih Baik untuk UMKM?
Jawabannya bukan hitam-putih. Semuanya tergantung kondisi usaha kamu.
Gunakan bunga flat jika:
- Kamu butuh kepastian cicilan bulanan
- Usaha masih berkembang dan arus kas fluktuatif
- Kamu ingin perencanaan keuangan yang sederhana
Gunakan bunga efektif jika:
- Arus kas usaha sudah stabil
- Kamu ingin total bunga lebih ringan
- Siap dengan cicilan yang bisa berubah
Yang paling penting: kamu paham apa yang kamu bayar, bukan sekadar tergiur angka di iklan.
Hati-Hati: Jangan Bandingkan Bunga Tanpa Tahu Cara Hitungnya
Kesalahan paling umum adalah membandingkan “Bunga 1%” vs “bunga 0,8%” tanpa tahu apakah itu flat atau efektif.
Bunga yang terlihat kecil di awal bisa jadi lebih mahal di total pembayaran. Di sinilah pentingnya transparansi dari lembaga pemberi pinjaman.
Komitmen Transparansi di BPR
Sebagai Bank Danagung, kami percaya bahwa pinjaman yang sehat dimulai dari nasabah yang paham.
Karena itu, dalam setiap pengajuan kredit usaha:
- Cara hitung bunga dijelaskan di awal, bahkan ada simulasi kreditnya di DanagungGO
- Tidak ada biaya tersembunyi
- Nasabah diajak berdiskusi sesuai kondisi usahanya
Bagi kami, edukasi bukan penghambat bisnis—justru fondasi kepercayaan jangka panjang.
Pinjaman Terbaik Bukan yang Murah di Awal, Tapi Sehat di Akhir
Sebagai pelaku UMKM, kamu berhak mendapatkan pinjaman yang:
- Transparan
- Bisa kamu pahami
- Tidak memberatkan usaha di tengah jalan
Memahami perbedaan bunga flat dan efektif adalah langkah kecil, tapi sangat menentukan kesehatan usaha kamu ke depan.
Usaha yang tumbuh sehat dimulai dari keputusan finansial yang sadar.
Penulis: Brahmastya Artanto
Bank Danagung
“Tumbuh Bersama UMKM”
Kantor Pusat Jl. Solo km 11 Purwomartani Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Telp. (0274) 496187 / 081125208812